Category: Inspirasi Liburan

  • Pulau Nailaka: Pulau Cantik di Banda Yang Tidak Berpenghuni

    Pulau Nailaka: Pulau Cantik di Banda Yang Tidak Berpenghuni

    Pulau Nailaka berada di bagian paling barat dari kepulauan Banda yang tepat berada di samping dari Pulau Rhun sehingga tempat yang paling pas menikmati matahari terbenam karena tidak terhalang oleh pulau lain.

    Karena Pulau Nailaka ini kecil, bisa dikelilingi hanya dalam 10 menit jadi pulau ini juga pas untuk menikmati matahari terbit.

    Pulau tidak berpenghuni ini paling cocok untuk menikmati waktu liburan apalagi kalau bisa champing dan menghabiskan malam dengan mancing bersama jutaan bintang-bintang yang bertaburan dilangit

    Fakta Menarik Di Pulau Nailaka Banda

    Pulau Nailaka dapat disebutkan sebagai surga tersembunyi di Banda. Kalau kamu datang di waktu yang tepat serta air lautnya sedang turun atau kering, kamu bisa jalan kaki ke pulau kecil yang cantik ini lewat Pulau Rhun. Tetapi, jika air laut sedang tinggi, perjalanan ke pulau dapat kamu tempuh dengan gunakan perahu.

    Dari sekian banyak Pantai yang berada di Banda Neira menurut saya pantai dari Pulau Nailaka lah yang paling kece, karena memiliki bentuk pantai yang berubah-ubah tergantung arah angin dan ombak sebagai penentu bentuk pantai dari pulau Nailaka. .

    Bentuk pantai yang paling bagus ketika musim angin timur dimana ombak dan arus laut dari timur menuju ke Barat, bentuk pantainya seperti ular yang memanjang ke arah laut hampir sama persis dengan pantai Ngurtavur yang ada di kepulauan Kei.

    📷 : anoo_13

    Pulau ini juga tidak berpenghuni sehingga tidak akan ada potensi untuk mengganggu aktivitas penduduk. Asal jangan berbuat yang negatif saja ya karena di pulau ini juga terdapat keramat yang sampai saat ini masih menjadi kepercayaan warga

    Jernihnya air laut di Pulau Nailaka membuat kamu dapat menyaksikan secara langsung kehidupan bawah lautnya . Maka, janganlah sampai kamu tidak menyelam dan berinteraksi dengan biota laut yang hidup didalamnya. Sepinya pulau dari rumah warga membuat kamu seolah tengah berkunjung ke pulau pribadi. Pastikan kamu mendokumentasikan semua momen terbaik di sini, ya!

    Waktu terbaik untuk berkunjung ke Pulau Nailaka yaitu sekitar Oktober sampai November. Saat waktu tersebut, cuaca sedang bersahabat, ombak lautnya juga sangatlah ramah . Sehingga, disamping menyelam dan snorkeling dengan aman, kamu juga dapat menikmati eloknya matahari terbit dan terbenam di sini.

    Pulau Nailaka, Banda - Maluku
    📷 : anoo_13

    Cara Menuju Pulau Nailaka

    Untuk menuju ke Pulau Nailaka kamu dapat gunakan 2 cara.

    Pertama, dengan memakai motor laut fiber kira-kira 1 jam perjalanan dengan kisaran harga Rp800.000-Rp1.000.000. Dengan cara pertama ini termasuk cukup mahal akan tetapi kamu dapat ke destinasi lain seperti ke Pulau Ai atau Pulau Rhun tak perlu menginap cukup satu hari dapat menelusuri 3 pulau.

    Ke-2 , dengan memakai publik boat Pulau Rhun dengan harga Rp35.000/orang, waktu perjalanan 1,5-2 jam, setelah itu lanjut memakai ketinting dari Pulau Rhun ke Pulau Nailaka dengan harga Rp30.000-Rp50.000/sekali jalan.

    Lewat cara ke-2 ini kamu dapat benar-benar mengirit ongkos, namun sedikit sulit serta harus miliki waktu yang banyak dan harus menginap sehari lagi di Pulau Nailaka.

    Tips buat kamu yang ingin berkunjung ke Pulau Nailaka Banda

    Pulau ini tidak memiliki penghuni, hingga fasilitas benar-benar terbatas. Untuk kamu yang ingin bermalam di Pulau Nailaka kamu dapat bawa tenda dari rumah.

    Janganlah lupa untuk bawa stok makanan,minuman dan obat-obatan, karena di Pulau Nailaka ini tidak ada yang menyediakan.

  • Pulau Hatta di Banda Neira – Pulau kecil Sang Proklamator Indonesia

    Pulau Hatta di Banda Neira – Pulau kecil Sang Proklamator Indonesia

    Dengar nama Hatta, pasti kita langsung akan terpikir dengan bapak proklamator sekaligus wapres pertama Indonesia, Bapak Moh. Hatta. Rupanya nama beliau di abadikan menjadi satu diantara nama pulau di wilayah Maluku yakni Pulau Hatta.

    Pulau ini menyimpan sejuta keindahan alam yang sangat disayangkan untuk dilewati. Pulau Hatta di Kepulauan Banda ini menyimpan sejarah menarik yang harus kita ketahui. Agar semakin jauh mengenali pulau ini, berikut kami berikan sedikit penjelasannya.

    📷@kataomed

    Pulau Hatta adalah satu diantara pulau dari gugusan Kepulauan Banda di Maluku. Pulau Hatta berada di paling ujung timur Kepulauan Banda. Jaraknya kurang lebih 25 km dari Kepulauan Banda.

    Pulau ini adalah tempat pengangsingan wapres Indonesia yang pertama, Mohammad Hatta, bersama dengan Sutan Sjahrir. Nama asli pulau ini yaitu Pulau Rozengain, akan tetapi untuk menghormati Moh.Hatta, Pemerintahan Maluku mengubah nama pulau ini menjadi pulau Hatta.

    Di tahun 1936, Moh. Hatta dan Sutan Sjahrir memulai pengasingannya di Banda Naira ini seusai masa pengasingan di Boven Digul, Papua.

    Mereka habiskan masa pengasingan selama enam tahun dari awal tahun 1936-1942. Disaat masa pengasingan Hatta dan Sjahrir menghabiskan waktu dengan membuat tulisan dan sering dimuat pada media diantaranya di majalah Sin Tit Po.

    Kecantikan yang disuguhkan di pulau ini ialah hamparan pasir putih yang elok dibalut dengan birunya air laut dan pemandangan cantik ciri khas Kepulauan Banda. Uniknya, area pantai di pulau ini cuma berjarak beberapa mtr, dari batasan air, hingga tidak diperlukan waktu yang lama untuk dapat melihat permukaan laut yang dalam atau disebutkan palung.

    Kecantikan bawah laut di pulau ini benar-benar mencengangkan dan menjadi spot favorite untuk diving dan snorkeling untuk wisatawan lokal atau luar negeri. Ikan dan terumbu karang di Pulau Hatta masih banyak dan terawat.

    📷@anak.pulau

    Selain menjadi spot favorite diving, beberapa pantai di Pulau Hatta terkenal menjadi spot panorama sunset. Sunset di Pulau Hatta ini termasuk istimewa. Gradiasi warna jingga berubah menjadi pekat saat cahaya matahari mulai meredup secara perlahan-lahan, membuat effect cantik untuk siapa saja yang menyaksikannya. Angin timur yang berembus enjoy, menemani melihat kecantikan Pulau Hatta ini.

    Selain memberikan kecantikan dari sisi alamnya, Pulau Hatta mempunyai adat yang dilakukan masyarakatnya sebagai daya tarik turis. Adatnya dikenal bernama Sasi. Tradisi ini adalah larangan adat untuk mengambil sumber daya alam dalam periode waktu tertentu.

    Sumber daya alam yang diartikan ialah hewan dan tumbuhan yang berada di dalam laut. Maksud dilaksanakannya Sasi ini untuk jaga ekosistem supaya tidak musnah. Oleh karena itu, alam di Pulau Hatta ini betul-betul terjaga kecantikan dan keasriannya.

    📷@enzoboutaini

    Akses Ketujuan Pulau Hatta Banda Naira

    Apabila anda ingin berkunjung ke Pulau Hatta Banda Naira akses yang bisa dilintasi cukup mudah. Anda perlu melakukan perjalanan dari wilayah asal menggunakan pesawat ke arah Bandara Pattimura, Ambon. Sesudah sampai di bandara anda perlu menuju Pelabuhan Tulehu.

    Anda dapat menyewa mobil jemputan atau taxi yang berada di tempat sekitar bandara untuk ketujuan dermaga yang memerlukan waktu lebih kurang 1,5 jam. Jangan lupa untuk mengecek jadwal kapal dari Tulehu Ke Banda Neira. 

    Kapal tujuan ke Banda Naira dari Tulehu hanya beroperasi 2 kali dalam satu minggu, yaitu dari Ambon ke Banda Neira setiap hari sabtu. Dan balik dari Banda Neira Ambon pada hari selasa, harga tiket kapal ke Banda Neira yaitu Rp. 410.000 dengan lama perjalanan sekitar 6-7 jam.

    Perjalan ini lumayan lama apalagi dengan kondisi tidak ada sinyal selama perjalanan, jadi gunakan waktu selama perjalanan untuk beristirahat.

    Sesudah sampai di Banda Naira anda bisa meneruskan perjalanan menuju Pulau Hatta dengan memakai kapal. Untuk sewa sebuah kapal mesin umumnya biaya yang patok lumayan mahal yakni sekitaran Rp 500.000 dengan perkiraan waktu perjalanan 60 menit.

    Bila anda ingin hemat anda bisa sewa motor yang umum disewakan oleh warga sekitar dengan ongkos sekitaran Rp 400.000 dengan perkiraan perjalanan 90 menit. Anda bisa pilih transportasi sesuai bujet yang anda punyai.

    Tips buat kamu yang ingin berkunjung Ke Pulau Hatta

    Akses menuju Pulau Hatta dapat dilintasi dengan angkutan laut dari Banda Naira, tapi tidak setiap waktu berangkat, berarti untuk yang tinggal di Pulau Hatta Banda Neira, tidak dapat pergi pagi pulang sore.

    Bila ingin berkunjung di pulau ini tanpa bermalam, lebih bagus memakai jasa tur trip yang biasanya mempunyai kapal sendiri.

    Pulau ini kurang sarana hotel, listrik, dan wisata kulineran. Nach untuk kamu yang ingin menelusuri Banda Neira janganlah lupa singgah kepulau ini. Nikmati sunset sesudah diving atau snorkling membuat trip kamu akan lebih terkesan.

    Jika ingin berkunjung ke Pulau ini janganlah lupa bawa buku bacaan untuk adik-adik yang tinggal di Pulau Hatta, karena letaknya yang jauh dari pusat perkotaan hingga mereka masih kekurangan buku bacaan.